Selasa, 10 November 2015

Pantangan bagi penderita diabetes

Makanan Pantangan Diabetes


makanan yang dilarang dan pantangan diabetes
1. Makanan berbahan gandum
Makanan berbahan gandum sebaiknya anda hindari karena gandum mengandung karbohidrat tinggi yang bisa menjadikan kadar gula anda menjadi naik. Gantilah makanan ini dengan makanan rendah gula lain seperti oatmeal.
2. Kafein
Kafein merupakan zat yang dapat mempengaruhi kinerja hati dan pankreas dalam produksi insulin. Perlu anda ketahui, insulin merupakan zat yang diperlukan untuk mengubah gula menjadi energi. Jika zat ini tidak ada, gula didalam darah akan menumpuk dan menyebabkan penyakit diabetes menjadi semakin parah.
3. Minuman berAlk0hol
Selain kafein, minuman beralk0hol juga tidak baik untuk penderita diabetes. Selain mengandung banyak gula, alkohol didalam minuman juga akan membuat hati dan pankreas sulit untuk memproduksi insulin. Selain dapat memperparah penyakit diabetes, minuman beralkohol juga dapat memicu timbulnya penyakit lain yang mematikan. Karena itulah mulailah untuk belajar menghindari minuman beralkohol.
4. Makanan berminyak
Makanan berminyak mengandung banyak kolesterol yang tidak baik bagi tubuh. Selain kolesterol makanan berminya juga dapat memicu timbulnya obesitas yang pada akhirnya juga akan membuat seseorang terjangkit penyakit diabetes mellitus.
5. Buah bercitarasa manis
Buah yang memiliki citarasa manis tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi penderita diabetes. Contoh buah yang dilarang untuk dimakan ppenderita diabetes adalah buah mangga, durian, semangka dan lain sebagainya.
6. Nasi
Nasi merupakan makanan pokok yang mengandung kadar gula yang tinggi sehingga tidak baik jika dikonsumsi oleh penderita diabetes. Sebagai pengganti nasi, anda dapat mengkonsumsi nasi jagung atau nasi merah karena kedua jenis nasi ini memiliki kandungan gula yang tidak terlalu tinggi.
7. Umbi-umbian
Umbi-umbian merupakan sumber makanan yang banyak mengandung gula. Karena didalam tubuh penderita diabetes hanya memiliki hormon insulin yang jumlahnya sangat sedikit maka gula dari umbi-umbian tadi akan mengalir keseluruh tubuh tanpa diubah menjadi energi. Karena itulah sebaiknya anda menghindari umbi-umbian karena banyak mengandung gula dan tidak baik bagi penderita diabetes
8. Roti
Jika Anda menyukai roti sebaiknya hindari makanan ini, hal ini disebabkan roti yang terbuat dari tepung putih ini adalah salah satu makanan yang dapat menyebabkan penyakit diabetes, hindari Roti, jika ingin gula darah Anda tetap stabil.
9. pasta Putih
Pasta putih juga merupakan makanan yang dilarang dan menjadi pantangan penderita diabetes, hal ini karena pasta putih yang terbuat dari tepung putih ini tidak baik bagi penderita diabetes. Sifat pasta putih yang cukup mudah dicerna dapat memicu naiknya kadar gula darah.
Itulah beberapa makanan pantangan diabetes, sebaiknya mulai dari sekarang hindari makanan yang banyak mengandung gula agar kadar gula darah Anda stabil. Demikian ulasan tentang makanan pantangan bagi penderita diabetes. Semoga bermanfaat!

Komplikasi Yang diakibatkan Diabetes Melitus

Pada dasarnya penyakit diabetes merupakan sebuah penyakit yang bisa menyebabkan komplikasi jangka panjang. Sudah menjadi rahasia umum jika diabetes dapat menyebabkan komplikasi dan rawan terhadap penyakit lain. Oleh sebab itu penderita Diabetes harus tetap menjaga kadar gula darah agar komplikasi diabetes tidak terjadi.

Komplikasi Diabetes Melitus


komplikasi diabetes
1. Hipertensi
Penyakit hipertensi juga bisa disebabkan akibat komplikasi dari diabetes melitus. Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi ini tergolong cukup berbahaya. Penyakit ini juga memiliki kaitan yang sangat erat dengan gula darah. Akibat kaitan erat tersebut, penderita hipertensi memiliki risiko dua kali lipat dibanding orang normal. Dengan adanya penyakit diabetes, maka kemungkinan terjadinya pembuluh darah tersumbat semakin besar. Ketika pembuuh darah mengalami penyumbatan, maka tekanan darah akan meningkat sehingga penyakit hipertensi terjadi.
2. Gagal ginjal
Hampir semua komplikasi dari penyakit diabetes sangat berbahaya. Salah satunya yaitu penyakit gagal ginjal ini. Gagal ginjal merupakan penyakit yang dipicu oleh diabetes akibat meningkatnya kadar gula darah dalam tubuh. Padahal, fungsi utama dari organ ginjal adalah menyaring racun yang masuk. Ketika kadar gula darah meningkat, maka ginjal dipaksa untuk menyaring kelebihan gula darah tersebut dan membuangnya melalui urine. Karena tugas ginjal yang terlalu berat tersebut, dalam jangka panjang organ ini akan mengalami kerusakan.
Jika kerusakan ginjal semakin parah, maka akan mengalami gagal ginjal. Untuk mengatasi penyakit gagal ginjal, biasanya orang akan melakukan cuci darah secara rutin. Padahal cara ini hanya merupakan solusi jangka pendek dan bukan untuk menyembuhkan penyakit gagal ginjal secara keseluruhan. Agar penyakit gagal ginjal bisa diatasi secara permanen, solusinya yaitu dengan mendapatkan ginjal penganti atau donor ginjal. Namun hal tersebut bukanlah hal yang mudah.
3. Penyakit jantung koroner
Selain hipertensi dan gagal ginjal, penyakit diabetes juga dapat menyebabkan serangan jantung. Akibat terjadinya peningkatan gula darah, maka semakin besar risiko terjadi penyumbatan pembuluh darah. Akibatnya serangan jantung tidak dapat dihindari lagi. Ketika terjadi penyumbatan pembuluh darah, maka suplai oksigen dan nutrisi juga menjadi terhambat. Akibatnya jantung mengalami penurunan fungsi sebagai organ pemompa darah. Ketika kemampuan jantung untuk memompa darah menurun, maka hal ini bisa sangat berbahaya bagi keselamatan.
4. Penyakit syaraf
Akibat sirkulasi darah yang buruk akibat diabetes, dalam jangka panjang dapat memicu terjadi penyakit syaraf. Bagian yang paling terlihat yaitu pada kaki dan tungkai. Seringkali kaki terasa mati atau mati rasa dan kesemutan. Ketika sudah mati rasa, sebaiknya untuk lebih sering memeriksanya. Sebab jika terjadi luka atau lainnya seringkali tidak terasa apa-apa. Hal ini tentu sangat membahayakan bagi penyandang penyakit diabetes melitus. Luka yang terdapat pada tubuh penderita diabetes akan sulit disembuhkan sehigga terjadi borok. Dalam jangka panjang, akan semakin melebar dan membusuk.
5. Penyakit mata
Selain penyakit seperti yang telah disebut di atas, penyakit lainnya yaitu penyakit mata. Diabetes akan menyebabkan kerusakan pada syaraf mata sehingga mengalami penurunan fungsi. Penyakit seperti katarak, retinopati dan glaukoma akan sangat mudah menyerang orang yang terkena diabetes melitus. Kemungkinan tersebut 2 kali lipat dibanding mereka yang bukan penderita diabetes.
6. Stroke
Komplikasi diabetes juga dapat menimbulan penyakit akibat pembuluh darah seperti stroke. Dan kondisin ini sudah cukup berbahaya. Oleh sebab itu perlu penanganan khusus agar komplikasi yang mengakibatkan stroke ini tidak terjadi
Itulah beberapa komplikasi yang diakibatkan diabetes melitus, sangat disarankan bagi penderita diabetes untuk mengontrol gula darah agar komplikasi tidak terjadi.
Semoga BEramnfaat
Referensi : https://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_melitus#Komplikasi

Obat Tradisional untuk Diabetes

Obat diabetes alami – Diabetes atau biasa orang indonesia menyebutnya dengan penyakit kencing manis, adalah penyakit yang disebabkan oleh kurangnya insulin, hal ini dikarenakan karena tubuh tidak mampu memanfaatkan insulin. Jika penyakit ini tidak segera di obati maka akan menimbulkan tanda tanda seperti turunnya berat badan. ciri ciri lainyya seperti penglihatan semakin kabur, luka sulit sembuh, sakit kepala dan gatal.
obat diabetesJika semakin diabaikan efek buruknya penyakit ini dapat menimbulkan resiko komplikasi penyakit yang cukup lama. Untuk itu nitips.com akan memberikan beberapa obat diabetes alami dari bahan tradisional alami yang bisa Anda buat di rumah. Berikut beberapa obat diabetes yang bisa Anda manfaatkan
1. Mengkudu
Buah mengkudu banyak mengandung Proxeroni yang merupakan zat yang dapat membtuk alkaloid yang berfunsi untuk membuka pori pori sel, sehingga nutrisi akan mudah menyerap ke dalam tubuh. Kemampuan inilah yang membuat mengkudu cukup baik untuk dijadikan obat diabetes. caranya
  • Ambil 1 buah mengkudu
  • Kemudian diblender, setelah itu peras airnya
  • Masukkan air atau ekstrak mengkudu ke dalam gelas
  • Jika Anda tidak tahan dengan rasa dan baunya, Anda juga bisa manambahkan sedikit madu

2. Mengobati diabetes dengan kunyit

Kunyit sangat mudah ditemukan di sekitar kita. Oleh karena itu, ini bisa menjadi obat diabetes alami yang paling mudah digunakan. Karena sudah tidak asing dengan tanaman yang satu ini, maka kunyit bisa dijadikan solusi alternatif untuk mengobati penyakit gula darah atau diabetes. Cara menggunakannya.
  • ambil 1 rimpang kunyit dan tambahkan dengan setengah sendok garam.
  • Kemudian rebus dalam satu liter air hingga air mendidih.
  • Saring air rebusan tersebut dan biarkan agar dingin.
  • Setelah dingin, minumlah air rebusan kunyit tersebut cukup setengah gelas saja.
  • Minumlah secara teratur dua kali dalam satu minggu.
Dengan cara ini, kadar gula darah penderita diabetes akan stabil sehingga mencegah komplikasi penyakit lainnya.

3. Mengobati diabetes dengan tanaman mahkota dewa

Tanaman herbal lainnya yang mampu atasi penyakit diabetes adalah tanaman mahkota dewa. Bahkan kepopuleran tanaman mahkota dewa belakangan ini semakin naik karena manfaatnya yang begitu penting dalam pengobatan berbagai penyakit. Untuk mengobati penyakit diabetes dengan tanaman mahkota dewa juga tidak sulit.
  • Siapkan 3 hingga 5 potong tangkai tanaman mahkota dewa.
  • Kemudian tambahkan 3 lembar daun salam dan cuci hingga bersih.
  • Rebus menggunakan air 3 gelas dan terus rebus agar mendidih sampai air hanya tersisa setengah gelas.
  • Minumlah air rebusan tersebut setiap hari agar penyakit diabetes bisa diatasi.
Anda dapat mencoba tips membuat obat diabetes alami ini sendiri di rumah.

4. Mengobati penyakit diabetes dengan tanaman brotowali

Ini merupakan tanaman obat yang sudah dikenal sejak lama. Rasanya yang pahit sering dibuat untuk campuran jamu sehingga sangat khas. Khasiatnya yang ampuh untuk mengatasi berbagai penyakit membuatnya semakin populer di kalangan masyarakat. Salah satu manfaatnya yang cukup ajaib yaitu untuk menyembuhkan penyakit gula darah ini. Resep pengobatan diabetes dengan tanaman brotowali juga sangat mudah dibuat. Caranya.
  • ambil batang tanaman brotowali kira-kira sebesar jari atau 10cm.
  • Tambahkan satu genggam akar pepaya dan rebus kedua bahan alami tersebut.
  • Rebus hingga mendidih dan biarkan agar dingin baru minum air rebusan tersebut untuk mengobati penyakit diabetes.
5. Daun kemangi
Daun kemangi merupakan tanaman alami yang dapat mengatasi masalah penyakit diabetes. Kemangi merupakan daun yang biasa digunakan sebagai lalapan dan biasa dimakan dengan menggunakan sambal. Dan lebih ikmat lagi, kemangi yang disandingkan dengan akan lele pasti akan sangat menggoda selera. Namun dibalik itu, manfaat daun kemangi juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit gula darah. Daun kemangi memiliki suatu kandungan yang dapat membantu proses sekresi insulin pada tubuh, jadi kadar gula darah akan tetap stabil. Cara mengonsumsinya pun seperti biasa dan cukup digunakan sebagai lalapan. Karena kemangi dikonsumsi dalam keadaan mentah, maka pastikan kebersihannya terjaga.
Itulah beberapa ramuan obat diabetes melitus secara tradisional dan alami yang bisa Anda buat sendiri di rumah. Semoga Artikel ini bisa membantu Anda untuk menyembuhkan penyakit diabetes yang Anda derita

Gejala diabetes

Gejala diabetes. Penyakit diabetes atau kencing manis atau diabetes mellitus merupakan kelainan sistem insulin karena berlebihnya kadar glukosa di dalam darah. Ada dua jenis diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Meskipun keduanya masih berhubungan dengan gula darah berlebih, ada perbedaan mendasar yang patut diketahui, mulai dari penyebab, gejala, dan cara pencegahan.

Diabetes tipe 2 lebih banyak diderita oleh orang dewasa dengan awalan usia 35 ke atas. Seiring berjalannya waktu penderita diabetes mellitus tipe 2 tidak melulu kepada orang tua, tetapi anak muda usia 25 bahkan 20 tahuan ke atas pun sudah banyak yang menderita diabetes. Penyebab umum dari diabetes tipe 2 adalah pola makan yang kurang tepat dan tidak teratur disertai jarangnya aktivitas olahraga.

Gejala diabetes tipe 2 sulit untuk dikenali sebelum keluar hasil diagnosis. Cara paling mudah untuk mengetahuinya adalah melakukan tes gula darah. Jika positif mengidap diabetes, yang diakui sebagai cara mengobati diabetes biasanya diawali dengan upaya minum obat oral atau obat telan, merubah pola hidup seperti perbanyak olahraga dan makan teratur, diet (mengurangi asupan karbohidrat), dan lewat pengurangan berat badan juga sering terjadi.

Oleh karena sulit untuk mendeteksi tubuh menderita diabetes atau tidak, Anda bisa melihat daftar ciri-ciri atau gejala diabetes tipe 2 berikut.

Gejala Diabetes

Gejala diabetes (penyakit kencing manis)

1 | Mati rasa
Pada banyak kasus diabetes yang menimpa sebagian orang, hampir seluruhnya mengalami gejala berupa mati rasa. Adapun bagian tubuh yang sering merasakan mati rasa (kebas) atau kesemutan adalah tangan, kaki, beserta jari-jemarinya. Peringatan awal diabetes ini terjadi karena peningkatan kadar gula darah, membuat serabut saraf mengalami kerusakan.

2 | Lebih sering buang air kecil
Penderita diabetes sering mengatakan dirinya mengalami peningkatan dorongan ingin buang air kecil. Jika sewaktu-waktu Anda mengalami hal serupa, coba konsultasikan sedini mungkin pada dokter agar mendapatkan perawatan lebih cepat dan terkontrol.

3 | Berat badan berkurang
Menjadi kabar baik bagi orang yang bermasalah dengan kegemukan maupun obesitas. Tetapi, melihat faktor pemicu turunnya berat badan adalah karena diabetes, tentu membuat Anda semakin khawatir. Terjadinya penurunan berat badan ini memang berhubungan erat pada penderita, sebab tubuh tidak mampu menyerap glukosa (sumber energi tubuh) dengan benar.

4 | Nafsu makan meningkat
Bertambahnya rasa ingin makan bisa menjadi tanda lain dari diabetes. Rasa lapar ini tidak bisa dikendalikan, sebab sinyal lapar yang dikirim oleh tubuh ini harus dipenuhi keinginannya agar semua sel menjadi berfungsi dengan baik karena mendapatkan asupan glukosa yang lebih banyak.

Rasa lapar tersebut bukan karena sel-sel di dalam tubuh tidak mendapatkan asupan glukosa dari makanan, melainkan karena makanan yang sudah ditelan tidak apat masuk ke dalam sel untuk dipakai dalam proses metabolisme, sehingga timbul lah respon tubuh seperti lapar.

5 | Penglihatan mulai kabur atau buram
Masalah seperti ini seringkali menjadi keluhan umum penderita diabetes tipe 2. Penglihatan menjadi kabur atau buram atau tidak jelas seperti biasanya, terjadi akibat kadar glukosa melonjak naik, sehingga merusak pembuluh darah dan membatasi cairan yang masuk ke mata. Kondisi ini bisa mengubah bentuk lensa dan mata.
Kabar baiknya, gejala ini reversibel (dapat kembali normal) seiring dengan berkurangnya kadar gula darah hingga batas wajar. Namun, bila gula darah tetap tinggi kelainan pada mata ini bisa berujung pada kebutaan permanen.

6 | Masalah kulit
Diabetes mememgaruhi sirkulasi darah, dan membuat kelenjar keringat mengalami disfungsional, sehingga membuat kulit menjadi bersisik, terasa gatal, kering, dan iritasi. Gejala yang satu ini cukup sulit dideteksi sebagai diabetes, karena banyak penyebab lain yang membuat kulit bermasalah seperti ini. 

7 | Kelelahan dan cepat emosi
Rasa lelah ini muncul bukan tanpa sebab. Ketika tidur, penderita diabetes akan tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya. Kerap kali bangun untuk berkemih dan minum air, sehingga proses tidur terganggu alias tidak berkualitas. Keesokan harinya tubuh mengalami kelelahan dan tak jarang mengundang emosi.

8 | Rasa haus
Tadi telah disebutkan bahwa ciri-ciri penderita diabetes adalah sering buang air kecil. Peningkatan dorongan untuk berkemih akan memengaruhi cairan yang berada di dalam tubuh, sehingga mengakibatkan dehidrasi. Tubuh yang kekurangan cairan akan memberikan respon berupa rasa haus dengan tujuan mengembalikan cairan yang hilang.

9 | Proses pemulihan luka yang lambat
Terdapatnya luka ketika kondisi tubuh sedang tidak baik, seperti kelebihan gula darah membuat sistem imun atau kekebalan tubuh menjadi tidak normal. Hal ini tentu mempengaruhi laju pemulihan luka atau memar, akan memakan waktu lebih lama dari biasanya. 

10 | Gangguan pada gusi
Dari kejadian-kejadian yang sudah berlalu, penderita diabetes lebih rentan mengalami kerusakan gusi. Seperti misalnya gusi menjadi merah, mengalami pembengkakan, dan iritasi. Bahkan ada yang merasakan gusinya menyusut dari gigi dan terjadilah infeksi gusi.

11 | Infeksi jamur
Diabetes memengaruhi sistem kekebalan tubuh penderitanya. Tubuh akan rentan terhadap serangan berbagai bakteri dan jamur (candida). Semakin banyak jumlah bakteri atau jamur yang masuk ke dalam tubuh selama sistem imun tidak siap untuk membentengi tubuh. Jika sudah demikian, contoh masalah yang patut diwaspadai, khususnya bagi wanita adalah mengalami keputihan akibat infeksi candida (jamur).

Cara Mengetahui Diabetes

Jika Anda tidak tahu apakah status tubuh masih aman dari serangan diabetes ataupun tidak, segera lakukan tes darah. Beberapa tes darah tunggal tidak bisa menelurkan hasil akurat, Anda harus melakukan tes darah beberapa kali lagi (harus diulang) untuk memastikan.
Salah satu tes adalah melakukan tes glukosa plasma pasca puasa. Tes ditujukan untuk mengecek gula darah setelah selama waktu berpuasa tidak tubuh tidak mendapatkan nutrisi dari makanan.
Jika laporan menunjukkan glukosa darah di atas 126 miligram per desiliter (mg/dL) pada dua atau tiga tes yang berbeda, maka Anda positif menderita diabetes. Akan tetapi, bila glukosa darah berada pada tingkat 100 hingga 125 mg/dL, akan dianggap sebagai prediabetes (proses menuju diabete). Dan, jika glukosa darah berada pada angka 99 mg/dL, tandanya glukosa darah Anda normal.

Penyakit diabetes memang cukup mengerikan, bagaimana tidak, sampai sekarang belum ada obatnya. Ahli medis hanya tahu bagaimana cara mengendalikan kadar gula darah tersebut. Entah dengan seumur hidup minum obat dalam jumlah yang ditentukan atau ketika sembuh masih harus minum obat dalam takaran yang dikurangi atau bagaimana, itu semua keputusan dokter.

Di Amerika Serikat, prevalensi penderita diabetes lebih dari 25 juta orang, dan diprediksi pada tahun 2020 jumlahnya akan meningkat melebihi angka 18%. Bukan kabar baik tentunya, tetapi mau bagaimana lagi? Hidup semakin dibuat mudah, mendapatkan sesuatu dengan cara yang cepat, praktis, dan instan sudah hal yang lumrah dilakukan banyak orang.

Selasa, 03 November 2015

Sejarah Diabetes Mellitus atau Kencing Manis


Diabetes Mellitus atau Kencing Manis | Pada tahun 1552 sebelum masehi, di Mesir dikenal penyakit yang ditandai dengan sering kencing dan dalam jumlah yang banyak ( yang disebut : Poliurial ), dan penurunan berat badan yang cepat tanpa disertai rasa nyeri. Kemudian pada tahun 400 sebelum masehi, penulis India sushratha menamakan penyakit tersebut : penyakit kencing madu ( honey urine disease ).
Akhirnya, Aretaeus pada tahun 200 sebelum masehi adalah orang yang pertama kali memberi nama : Diabetes, berarti “mengalir terus”, dan Mellitus berarti “manis”. Disebut Diabetes, karena selalu minum dan dalam jumlah banyak ( Polidipsia ), yang kemudian “mengalir” terus berupa air seni ( urine ); disebut Mellitus karena air seni penderita ini mengandung gula ( manis ).
Pada dasarnya, Diabetes Mellitus (DM) atau penyakit kencing manis disebabkan hormon INSULIN penderita tidak mencukupi, atau tidak dapat bekerja normal, sedangkan hormon insulin tersebut mempunyai peranan utama untuk mengatur kadar glukosa ( = gula ) didalam darah sekitar 60 – 120 mg/dl waktu puasa dan di bawah 200 mg/dl pada dua jam sesudah makan.
Sejak ditemukan hormon insulin pada tahun 1921 oleh Banting dan Best di Kanada, maka angka kematian dan keguguran ibu-ibu diabetes yang hamil makin berkurang. Akhirnya pada tahun 1954 Franke dan Fuchs mencoba tablet OAD ( Obat Anti Diabetes ) pada manusia, yang akhirnya temuan OAD ini berkembang pesat dengan berbagai jenis dan indikasi penggunaanya.Maksud informasi ini bukanlah untuk membuat takut bagi pembaca terhadap komplikasi yang mungkin terjadi pada penderita Diabetes Mellitus, melainkan bertujuan agar pembaca :
  • Mengenal apakah Diabete Mellitus itu.
  • Mengetahui bahwa Diabetes Millitus adalah penyakit yang tidak berbahaya asal tidak diremehkan.
  • Terlatih untuk melakukan usaha pencegahan terhadap Diabets Mellitus.
  • Mengetahui bahwa diit memegang peranan utama dalam pengobatan Diabetes Mellitus.
  • Dapat melaksanakan diit diabetes yang benar, agar yang terkena Diabetes Mellitus dapat sehat kembali.
APAKAH PENYAKIT DIABETES MELLITUS ITU?
gambar pancreasSeperti telah disebut di atas bahwa hormon insulin yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas (kelenjar pankreas terletak di lekukan usus dua belas jari ) sangat penting untuk menjaga keseimbangan kadar gula ( glukosa ) darah antara 60 – 120 mg/dl waktu puasa dan kadar gula dalam dua jam sesudah makan di bawah 200 mg/dl.
Apabila terdapat gangguan kerja insulin, baik kualitas maupun kualitas, maka keseimbangan tersebut akan terganggu dan kadar gula darah cenderung naik.
Seseorang sudah dapat disebut menderita Diabetes Mellitus atau Kencing Manis apabila sudah memenuhi 2 dari 3 kondisi tersebut di bawah ini:
  • Keluhan haus, banyak minum, banyak kencing, penurunan berat badan.
  • Kadar gula darah lebih dari 120 mg/dl, pada waktu puasa.
  • Kadar gula darah lebih dari 200 mg/dl, 2 jam sesudah makan.
Karena kadar gula darah meningkat, maka kelebihan gula ( glukosa ) tersebut akan dikeluarkan melalui air seni dan terjadilah glukosuria ( yaitu adanya glukosa – gula di dalam air seni ); pada orang normal tidak terdapat glukosa di dalam air seninya. Adanya gula di dalam air seni ini dapat diketahui dengan beberapa cara, antara lain :
  • Air seni penderita tersebut segera didatangi semut karena mengandung gula
  • Adanya rasa manis di air seni ( Dr. Thomas Willis dari Inggris pernah mencoba menjilatinya )
  • Timbul rasa gatal di kemaluan pada bekas kencing
  • Dan yang paling tepat adalah pemeriksaan terhadap adanya glukosa atau gula di dalam air seni, dengan cara :
    • A. Reaksi Fehling ( reaksi rebus )
    • B. Kertas strip yang disebut BM test
    • C. Kertas strip lain : Glukotest
    • D. Kertas strip yang disebut Diastix
    • E. Reaksi dengan tablet, yaitu dengan Clinitest.Salah satu atau beberapa cara ( a, b, c, d ) tersebut biasanya telah diketahui oleh penderita Diabetes Mellitus.
Sumber : Arlangga University Press 1988 ( Prof. Dr. dr. H. Askandar Tjokroprawiro )
Demikian informasi tentang Sejarah Diabetes Mellitus atau Kencing Manis. Semoga bermanfaat bagi Anda.